Renang : Olahraga penyelamat pada kondisi darurat

Akhir-akhir ini negara kita ditimpa musibah yang menyita perhatian seluruh masyarakat Indonesia. Mulai dari gempa bumi di Lombok, gempa dan tsunami di Palu, dan jatuhnya pesawat maskapai lion air di laut Tanjung Karawang. Ditinjau secara faktual, memang tidaklah aneh jika bencana alam sering terjadi di Indonesia selain karena wilayahnya yang merupakan bagian dari rangkaian pegunungan aktif, juga masalah teknis (human error) dalam suatu moda transportasi.
Bencana yang terjadi merupakan kehendak dari tuhan yang tentu saja tidak bisa kita lawan. Namun, dalam suatu kondisi darurat seperti bencana terjadi ada hal yang tentu saja kita bisa lakukan untuk menolong diri kita dari hal-hal yang bisa mematikan. Beberapa dari kejadian darurat yang menimpa Indonesia berada di dekat perairan dan wilayah perairan.
Tsunami di Palu , jatuhnya pesawat Lion Air, dan tenggelamnya kapal di danau Toba merupakan bencana di perairan yang banyak menelan korban jiwa. Rata-rata dari korban kecelakaan atau bencana yang di perairan tidak bisa berenang, selain itu faktor kekuatan alam yang sangat besar sulit untuk manusia lawan. Setidaknya ada dua fakta yang mungkin bisa dicermati yang sering terjadi pada suatu kecelakaan di perairan.
Banyak orang yang bisa berenang namun masih menjadi korban, hal ini bisa kita temukan dalam beberapa kejadian kecelakaan di perairan. Hal ini mungkin terjadi karena masalah pada tubuh, atau dari lingkungan. Masalah yang sering terjadi adalah kram otot yang diakibatkan tidak kondusifnya pikiran dan gerakan tubuh sehingga membuat orang yang bisa berenang dapat tenggelam. Masalah dari lingkugan dapat berupa arus diperairan yang sangat kuat, daya tarik akibat dari kapal/pesawat yang tenggelam, dan pusaran air di lautan.
Fakta terkait keamanan, setiap moda transportasi memilki mekanisme atau sistem keamanan yang sudah sesuai dengna standar yang berlaku. Mulai dari keamanan alat transportasi, alat perlotongan pertama, dan alat dukungan saat keadaan darurat. Namun, sayangnya dalam beberapa kejadian faktor keamanan dilangkahi karena kepentingan materi yang lebih dijunjung tinggi. Tenggelamnya Kapal Motor Sinar Bangung di danau Toba misalnya, akibat dari kapten dan awak kapal yang tidak menjalankan prosedur keamanan kapal dengan menyalahi kapasitas angkut kapal menyebabkan kapal tenggelam.
Dari berbagai kejadian tersebut banyak yang terjadi akibat dari kelalaian manusia. Namun dalam kondisi darurat tersebut kita bisa menyelamatkan diri dengan beberapa tips berikut :
Tips trik bertahan hidup pada kondisi darurat di perairan
Add caption
Menjaga kondisi tubuh agar tetap terapung, pada kondisis darurat di perairan hal yang paling penting adalah menjaga tubuh kita dalam kondisi mengapung. Dalam beberapa kejadian sekoci atau perahu darurat  seringkali tidak sesuai dengan jumlah penumpang hal ini memaksa beberapa orang untuk mengapung dan berenang di perairan. Kondisi tubuh yang mengapung memungkinkan kita dapat menghirup oksigen, mendapat perhatian dari orang lain, dan mudah ditemukan oleh regu penolong. Teknik mengapung mudah untuk dilakukan ketika berada di lautan usahakan agar kepala selalu berada di atas permukaan air.
Tetap mengapung walau tanpa pelampung, pada kondisis tertentu korban yang terjebak di perairan tidak memakai pelampung. Hal ini dapat di atasi dengan menggerakan kaki dan tangan secara perlahan dan konstan dengan tujuan menjaga agar kepala tetapa berada di atas permukaan air.
Tenang, banyak orang yang tenggelam karena panik sehingga sulit untuk menjaga tubuh agar bertahan di atas permukaan air. Hal ini yang menjadi masalah bagi banyak orang yang tenggelam. Dalam kondisi darurat di perairan yang harus kita lakukan adalah tetap tenang selalu berpikir positif dan tetap mempertahankan posisi agar mudah ditemukan oleh regu penyelamat.
Tidak berpindah terlalu jauh dari titik kejadian, kesulitan yang sering ditemukan oleh regu penyelamat ketika mencari korban adalah jangkauan pencarian yang luas serta posisi korban pindah karena terbawa arus. Pertahankan posisi untuk selau bersama (jika lebih dari satu korban) dalam satu formasi untuk memudahkan pengamatan dari udara, bergerak melawan arus dan arah angin, dan memanfaatkan gps.
Persiapkan diri dan membawa alat pertolongan pertama dan emergency kit, setiap perjalanan selalu usahakan untuk mempersiapkan diri. Kenali rute atau medan yang akan dilalui, perbanyak informasi mengenai cara bertahan hidup dalam kondisi darurat, dan biasakan mempersiapkan segalanya jauh-jauh hari. Membawa perbekalan yang cukup, selalu membawa medical kit dan emergency kit.
Kuasai teknik berenang dasar, tidak bisa dipungkiri bahwa berenag merupakan keahlian yang bisa bermanfaat ketika kita terjebak di perairan. Hal ini penting untuk dikuasai agar kita bisa mampu bertahan terutama saat arus kuat menerjang. Belajar renang dapat dilakukan dimana saja dan kapan saja tentu saja dengan pelatih atau tutor akan jauh lebih efektif.

Renang : Olahraga penyelamat pada kondisi darurat Renang : Olahraga penyelamat pada kondisi darurat Reviewed by Bandung International Swimming School on 16.33 Rating: 5
Diberdayakan oleh Blogger.