Biomekanika Renang Hukum Newton III

Posted by

Di dalam olahraga renang terdapat suatu prinsif mengeluarkan tenaga sekecil-kecilnya dan memperoleh laju seoptimal mungkin. Untuk mengimplementasikan prinsif tersebut, maka diperlukan suatu penerapan pengetahuan khususnya tentang teori mekanika (hydrodinamika) renang.
Menurut Karnadi Indik dan Mulyana Dadan (2007: 12) mengemukakan bahwa: “Newton adalah orang pertama yang menunjukkan bahwa air mempunyai pengaruh.” Pengaruh yang dinyatakan Newton tersebut berupa gaya apung, gaya angkat, gaya tarik, dan gaya gesekan. Menurut keterangan Karnadi disamping gaya-gaya tersebut masih ada pengaruh lain yang berbentuk adanya perasaan senang takut, panas, dan dingin. Sebaiknya pengaruh-pengaruh tersebut harus diperhatikan dalam pembelajaran renang oleh pelatih karena berkorelasi positif pada pencapaian kemampuan atlit. Menurut Karnadi Indik dan Mulyana Dadan (2007: 13) mengemukakan bahwa: “Ada tiga pengaruh-pengaruh dalam olahraga renang, yaitu aksi-reaksi, gaya apung, dan hambatan.” Adapun pengaruh-pengaruh di air yang berhubungan dengan olahraga renang, sebagai berikut:
Aksi-reaksi
Hukum Newton III berbunyi:
Jika sebuah benda mengadakan pengaruh (gaya) pada sebuah benda lain, maka benda yang lain itupun sebaiknya mengadakan pengaruh juga kepada benda pertama tadi. Kedua pengaruh sama besar, berlawanan arah, dan bekerja pada satu garis lurus.

Hukum ini sangat berpengaruh pada hubungannya dengan gerakan renang. Misalkan pada gerakan aksi atau menarik dan mendorong ke belakang yang dilakukan tangan pada saat gaya bebas akan menyebabkan reaksi atau pengaruh majunya tubuh ke depan. Begitu juga pada saat melakukan aksi tekuk-tendang ke samping-lurus dan rapat pada gaya dada akan menyebabkan reaksi atau berpengaruh pada laju tubuh ke depan. Jadi, gerakan majunya tubuh ke depan merupakan reaksi yang arahnya berbeda, yaitu gerakan menarik dan mendorong kebelakang serta tekuk-tendangan kaki ke samping-lurus dan rapat akan menyebabkan luncuran tubuh melaju ke depan. Apabila lajunya ingin kencang maka ada suatu prinsif yang dikemukakan oleh Imam, bahwa “Untuk menghasilkan reaksi yang besar, perlu tumpuan yang kuat” (Imam, 1998: 106).


Blog, Updated at: 18.39

0 komentar:

Posting Komentar